ULOS PANGIRING / MANGIRING
Warisan Budaya Batak Toba dari Kampung Ulos
Galeri ULOS PANGIRING / MANGIRING
⭐ Utama
Filosofi
Ulos Pangiring melambangkan harapan akan keturunan (hagabeon), kesuburan, dan keberlanjutan generasi. Ulos ini juga menjadi simbol kasih sayang dan berkat bagi keluarga.
- Ulos Pangiring symbolizes the hope for descendants (hagabeon), fertility, and the continuity of future generations. It also represents love and blessings for the family.
Motif
Motif Ulos Pangiring terdiri atas tiga jejer corak (Si Tolu Tuho) yang menyerupai alat penugal untuk menanam benih sebagai simbol kesuburan.
- The motif of Ulos Pangiring consists of three rows of patte
s (Si Tolu Tuho) resembling a seed-planting tool, symbolizing fertility.
Kegunaan
Ulos Pangiring diberikan kepada pasangan yang baru menikah atau digunakan sebagai kain gendongan bayi sebagai doa agar memperoleh keturunan. Ulos ini juga dapat diberikan sebagai ulos panoropi oleh hula-hula kepada boru dalam upacara adat.
- Ulos Pangiring is presented to newlyweds or used as a baby carrier cloth as a prayer for descendants. It may also be given as an ulos panoropi by the hula-hula to their boru during traditional ceremonies.
Dengarkan Cerita ULOS PANGIRING / MANGIRING
Narasi oleh Pengrajin Kampung Ulos