ULOS SURI-SURI GANJANG

Warisan Budaya Batak Toba dari Kampung Ulos

Galeri ULOS SURI-SURI GANJANG

Filosofi

Ulos Suri-suri Ganjang melambangkan keteguhan pendirian, kepemimpinan, kesinambungan keturunan, serta doa agar keluarga memperoleh umur panjang, rezeki, dan perlindungan. Dalam tradisi Silahisabungan, ulos ini juga menjadi penanda identitas marga dan status sosial penyelenggara adat.

  • Ulos Suri-suri Ganjang symbolizes steadfastness, leadership, the continuity of descendants, and prayers for long life, prosperity, and protection. In the Silahisabungan tradition, it also represents clan identity and the social status of the traditional ceremony organizer.

Motif

Motif Ulos Suri-suri Ganjang menyerupai sisir memanjang (suri-suri berarti sisir). Ulos ini memiliki ukuran yang lebih panjang dibandingkan ulos pada umumnya sehingga dahulu sering digunakan sebagai *hande-hande (ampe-ampe)* yang dililitkan pada bahu.

  • The motif of Ulos Suri-suri Ganjang resembles an elongated comb (suri-suri means "comb"). It is longer than most ulos, and in the past was commonly wo
    as a *hande-hande (ampe-ampe)* draped over the shoulder.

Kegunaan

Ulos Suri-suri Ganjang digunakan dalam tradisi Batak Toba oleh *hula-hula, raja adat, atau dalam prosesi *margondang. Ulos ini juga dapat diberikan sebagai *ulos tondi* kepada pengantin.

  • Ulos Suri-suri Ganjang is used in Batak Toba traditions by the *hula-hula, traditional leaders, and during the *margondang ceremony. It may also be presented to a bride and groom as an *ulos tondi*.

Dengarkan Cerita ULOS SURI-SURI GANJANG

Narasi oleh Pengrajin Kampung Ulos